PISANG KEJU PRIMUS


“PISANG KEJU PRIMUS”
EXECUTVE SUMMARY
NAMA ANGGOTA
KELOMPOK :
1. SUGI
PRAWANSYAH (122102123)
2. AHMAD
MUHAJJIR NUR LUBIS (122102158)
3. YUNUS
RODO (122102156)
4. SUCI
WULANDARI (122102157)
5. EFRANS
GINTING (122102148)
6. HERIANTO
D.S. (122102145)
UNIVERSITAS
SUMATERA UTARA
TA.
2013/2014
1.
PENDAHULUAN
Pisang
adalah nama umum yang diberikan pada tumbuhan ternak raksasa berdaun besar memanjang
dari suku Musaceae. Beberapa jenisnya (Musa acuminata, Musa balbisiana, dan
Musa paradisiacal) menghasikan buah konsumsi yang dinamakan sama. Buah ini tersusun
dalam tandan dengan kelompok-kelompok tersusun menjari yang biasanya disebut sisir.
Hampir semua pisang memiliki kulit berwarna kuning ketika matang, meskipun ada beberapa
yang berwarna jingga, merah, hijau, ungu, atau bahkan hampir hitam. Buah pisang
merupakan sumber energi (karbohidrat), dan mineral, terutama kalium.
Pusat
keanekaragaman utama pisang terletak di daerah Asia Tenggara, Papua, dan
Australia tropika. Pusat keanekaragaman minor juga terdapatdi Afrika tropis.
Tumbuhan ini menyukai iklim tropis panas dan lembab, terutama di dataran
rendah. Di daerah dengan
intensitas hujan yang merata sepanjang tahun, produksi pisang dapat berlangsung
tanpa mengenal musim. Indonesia, Kepulauan Pasifik, Amerika Tengah, dan Brazil
dikenal sebagai negara utama pengekspor buah pisang. Sedangkan masyarakat di
negara-negara Afrika dan Amerika Latin dikenal sangat tinggi dalam mengonsumsi
buah pisang setiap tahunnya.
2.
MANFAAT BUAH PISANG
Buah pisang memiliki banyak manfaat, yaitu kandungan gizi
yang sangat baik, antara lain menyediakan energi yang lebih tinggi dibandingkan
buah-buahan lainnya. Buah pisang kaya akan mineral seperti kalium, magnesium,
fosfor, besi, dan kalsium. Buah pisang juga mengandung vitamin, yaitu: vitamin
C, B kompleks, B6, dan serotoninyang aktif sebagai neurotransmitter dalam
kelancaran fungsi otak.
Nilai energi buah pisang sekitar 136 kalori untuk setiap
100 gram, yang secara keseluruhan berasal dari karbohidrat. Energi tersebut dua
kali lipat dari pada buah apel. Apel dengan berat sama (100 gram) hanya
mengandung 54 kalori. Kandungan energi di dalam buah pisang merupakan energi
instan yang mudah tersedia dalam waktu singkat sehingga bermanfaat dalam
menyediakan kebutuhan kalori sesaat. Oleh sebab itu banyak atlet saat jeda atau
istirahat mengonsumsi buah pisangsebagai cadangan energi.
Mineral yang terkandung dalam buah pisang, seperti:
kalium, magnesium, fosfor, kalsium, dan besi hampir seluruhnya dapat diserap
oleh tubuh.
3.
BIAYA PRODUKSI
Biaya yang dikeluarkan dalam memproduksi “Pisang Keju
Primus“ adalah sebesar 150 ribu. Berikut adalah rincian biaya produksi:
Ø
Bahan:
·
6
sisir pisang Rp
36.000,-
·
4
bungkus keju Rp
17.000,-
·
2
bungkus cokelat butir Rp
10.000,-
·
2
kaleng susu kental manis Rp 13.000,-
·
1
kg minyak goreng Rp
12.000,-
·
2
bungkus tepung terigu Rp 10.000,-
·
2
buah telur Rp 3.000,-
·
garam Rp 1000,-
Ø Alat:
·
1 buah sendok centong Rp 5.000,-
·
60 buah wadah plastik Rp30.000,-
·
gas elpiji Rp13.000,-
Total biaya: Rp
150.000,-
A.
Cara
MendapatkanLaba
Untuk
mendapatkan laba, kami pastinya menjual produk dengan harga lebih besar dari
pada biaya produksi. Dengan modal sebesar Rp 150 ribu, kami dapat menghasilkan 60
porsi pisang keju. Agar harganya terjangkau oleh konsumen kami membuat harga
per porsinya adalah sebesar Rp 3.000,-. Total omset yang kami dapat apabila
produk terjual seluruhnya adalah sebesar Rp 180.000,-. Jadi, total laba yang kami dapat sebesar Rp 30.000.
B. Masalah
yang Dihadapi Selama Produksi
Selama kami memproduksi pisang keju, ada masalah yang
kami hadapi yaitu proses pembuatan pisang keju ini memakan waktu yang cukup
lama sekitar 4 jam. Sedangkan dalam hal pembelian bahan baku kami tidak
mengalami kendala apapun.
C. Masalah
yang Dihadapi Selama Pemasaran
Pemasaran yang kami lakukan pada sekitar pukul 07.00 s/d
12.00 WIB produk yang kami pasarkan banyak dibeli konsumen. Akan tetapi,
pemasaran yang kami lakukan pada pukul 14.00 WIB konsumen kurang berminat
dengan produk kami. Kami menganggap hal tersebut wajar karena pada saat itu
konsumen telah makan siang sehingga kurang minat dalam membeli produk kami.
Di dalam manajemen
tim, kami mengalami sedikit masalah namun tidak berpengaruh terhadap kinerja
seluruh tim. Masalah tersebut adalah kurangnya komunikasi diantara anggota tim.
Sehingga menyebabkan kami mengerjakan yang terbaik buat kelompok kami
sendiri-sediri, hal tersenut di karenakan masalah tempat tinggal, dan juga
masalah sepele seperti tidak memiliki pulsa pada selular genggam kami.
4. EVALUASI
Kendala yang kami hadapi dalam membuat produk ini tidak
terlau banyak. Kami menghadapi masalah dalam proses pembuatan produk yang
memakan waktu yang cukup lama, kemudian pada proses pemasaran yang belum cukup
baik, dan tempat tinggal yang cukup berjuhan antara anggota kelompok. Dengan
masalah-masalah tersebut kami akan berpikir kembali bagaimana cara yang baik
untuk menghasilkan produk dengan efektif dan efesien. Kami yakin untuk ke
depannya, kami dapat mengembangan produk ini lebih baik lagi.
Demikian makalah ini kami susun dan perbuat dalam rangka
untuk melaksanakan tugas dari mata kuliah Praktek Kewirausahaan dan untuk menambah
pengetahuan kami dalam berwirausaha. Semoga dalam prakteknya nanti dapat
menambah pengalaman kami dalam berwirausaha.
Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.
Komentar
Posting Komentar